Speak Up Banua

Penulis Bela Islam dari Akademi Menulis Kreatif Regional Kalimantan Selatan

"Buatlah karya yang menggoncang dan bersabarlah dengan proses panjangnya."

(Founder AMK - Apu Indragiry)

Solusi Islam di Masa Pandemi



Oleh: Mulyaningsih, S. Pt
(Pemerhati masalah anak, remaja, dan keluarga)

Dalam menghadapin pandemi Covid-19 di Kabupaten Tapin, Bupati HM Arifin Arpan mengajak para pengusaha dan para dermawan di Tapin ikut berperan dalam penanggulangan dan pencegahan virus Corona tersebut.

Menanggapi ajakan tersebut, H Nova pengusaha asal Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan langsung bergerak cepat untuk berpartisipasi dalam penanganan wabah virus COVID-19 ini. Penyerahan berupa barang yaitu kasur busa 28 buah, bantal 28 buah, sarung kasur 28 buah, selimut 30 buah dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Tapin, Alfian Yusuf.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Tapin Alfian Yusuf mewakili Bupati Tapin mengucapkan terima kasih kepada pengusaha yang telah peduli memberikan sumbangan kepada kami untuk kelancaran rumah ruang isolasi bagi pasien isolasi di Tapin. Ditambahkannya, tentu bantuan beeupa apapun dari para darmawan sangat bermanfaat dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Bumi Ruhuy Rahayu. (kalsel.antaranews.com, 21/04/2020)

Amatlah ironis dan sedih melihat kondisi di negeri ini. Penguasa terkesan abai dalam hal penanganan kasus pandemi Corona ini. Belum lagi kebijakan yang dikeluarkan justru tidak singkron atau tidak membela kepentingan rakyat yang notabenenya adalah tanggung jawabnya. Ujung-ujungnya, kembali rakyat yang diminta untuk saling membantu untuk menghadapi Corona. Itulah gembar-gembor yang selalu disuaraman oleh pemerintah. Padahal sejatihya, semua itu adalah tanggung jawab pemerintah (penguasa) untuk melakukannperiayahan terhadap rakyatnya.

Tak lepas, semua itu disebabkan mengakarnya kapitalis yang di bumbui oleh sekularisme dalam benak para penguasa negeri. Mereka terkesan setengah hati alias abak terhadap situasi dan kondisi terkait dengan  orang-orang yang dipimpinnya. Berikut nyawa fakyat bukan persolan utama yang harus diperhatkkan olehnya. Innalillahi, begitu buruknya riayah yang dilakukan olen para penguasa negeri ini.

 Jika kita telusuri, pemerintah mempunyai dana yang besar untuk membangun IKN (Ibu Kota Negara). Namun pada faktanya, untuk penyediaan alat-alat pengaman bagi para media saja mengandalkan sumbangan alias infak dari rakyatnya sendiri. Sungguh, ini adalah sebuah kelalaian secara nyata.

Solusi Islam

Hal ini tergambar dari hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, ia berkata pada suatu malam di waktu sahur saya mendengar ia (Khalifah Umar) berdoa “Ya Allah, janganlah Kau binasakan Umat Muhammad saat aku menjadi pemimpin mereka”.

Hadist di atas benar-benar membuat kita takjub terhadap sosok pemimpin. Ia begitunpeduli can bertanggung jawab terhadap orang-orangbyanb dipimpinnya. Sebagaimana yang pernah tercatat kegemilangannya ketika Islam diterapkan dalam kehidupan manusia. Adalah sebuah institusi yang mampu menghadirkan perisai bagi ummat. Khilafah, itulah institusi yang mampu menghadirkan sosok pemimpin yang bertanggung jawab penuh terhadap rakyatnya tanpa tebang pilih. Baik sedang dilanda sebuah musibah ataupun tidak. Karena pemimpin yang terbentuk akan menjunjung tinggi keimanan dan ketaqwaannya sebagai bekal ia memimpin. Aqidah Islam menjadi sandaran dan tempat bertanya ketika ada permasalahan yang muncul. Begitpula dengan Skala prioritas, menjadi hal utama dalam sistem ini, apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak. Ketika ada wabah pandemi seperti  sekarang ini, maka negara harus bersikap cepat, tepat, tanggap, dan serius. Tentunya sembari terus meningkatkan keimanan rakyatnya, bahwa ini adalah qadho Allah Swt. Namun ada hal-hal yang memang bisa dioptimalkan. Bukan malah memberikan tanggung jawab tersebut kepada rakyat. Bahwa rakyat disuruh bergotong royong untuk mengumpulkan dana. Hal ini sangat tidak masuk akal.

Dalam sejarah penerapan Islam pernah merasakan hal yang sama. Merasakan pandemi di saat kepemimpinan Khalifah Umar ra. Sebagaimana diceritakan dalam buku The Great Leader of Umar bin Khattab, diceritakan bahwa Khalifah Umar ra. langsung memerintahkan untuk membuat posko-posko bantuan.

Namun, ketika melihat kondisi keuangan Baitul Mal tidak mencukupi maka beliau segera mengirim surat untuk meminta bantuan kepada para gubernur yang berada di wilayah atau daerah bagian kekhilafahan Islam yang kaya dan mampu memberi bantuan. Berbagai kiriman bantuan pun akhirnya datang dari berbagai penjuru wilayah Khilafah, seperti Mesir, Syam, Irak dan Persia.

Salah satunya dari Gubernur Mesir, Amru bin al-Ash mengirim seribu unta yang membawa tepung melalui jalan darat dan mengirim dua puluh perahu yang membawa tepung dan minyak melalui jalur laut serta mengirim lima ribu pakaian kepada Khalifah Umar.


Namun, hal yang begitu sulit untuk melakukan hal tersebut. Karena pada faktanya negeri-negeri Muslim saat ini terpisah oleh masalah teritorial  belaka. Kita tersibuk kan  oleh perbatasan wilayah yang membuat jarak pemisah nyata diantara kaum Muslim. Ditambah lagi dengan sistem yang diterapkan  sekarang adalah kapitalis berbalut sekuler akhirnya membuat masalah-masalah yang ada sekarang menjadi lebih sukar untuk diselesaikan. Sistem sekarang tentunya tidak benar-benar untuk meriayah orang-orang yang dipimpinnya kemudian kepentingan rakyat di bawah kepentingan para kapitalis (Borjuis).

Dalam sistem ekonomi Islam, maka negara  akan mempunyai otoritas terhadap berbagai sumber kekayaan alam untuk mengurus dan membagikan kepada rakyatnya. Negara akan menerapkan ketetapan Allah Swt. bahwa kekayaan alam yang ada milik umat. Dan berkewajiban untuk mengelola serta manfaat akan dikembalikan kepada ummat.

Dari sanalah negara akhirnya mampu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada ummat. Bahkan mampu menyelesaikan persoalan seperti sekarang ini. Negara mampu memasok berbagai kebutuhan yang diperlukan baik bagi para medis ataupun rakyat.

Pemimpin dalam Islam sangat sadar akan tanggung jawabnya dan bahwasanya segala kebijakan yang diambilnya akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Pemimpin seperti Khalifah Umar ra. hanya dapat diperoleh dalam sistem yang bersandar pada ketaatan pada Allah. Begitu rindunya akan sebuah sistem yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan hidup manusia, yaitu khilafah. Nyawa rakyat menjadi hal utama yang diperhatikan. Semoga kita akan merasakannya. Tentunya seluruh kaum muslim harus berjuang agar sistem tersebut segera hadir di tengah-tengah kita. Wallahu a'lam [SP]

Labels: opini

Thanks for reading Solusi Islam di Masa Pandemi. Please share...!

0 Komentar untuk "Solusi Islam di Masa Pandemi"

Back To Top