Speak Up Banua

Penulis Bela Islam dari Akademi Menulis Kreatif Regional Kalimantan Selatan

"Buatlah karya yang menggoncang dan bersabarlah dengan proses panjangnya."

(Founder AMK - Apu Indragiry)

Ramadan Ada, Taat dan Keimanan Bersama



Oleh: Mulyaningsih, S. Pt
Pemerhati Masalah Anak, Remaja, dan Keluarga
Member Akademi Menulis Kreatif (AMK) Kalsel


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa (TQS al-Baqarah: 183).

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Swt. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw. keluarga, para sahabat, serta pengikut Beliau yang sampai saat ini menjunjung tinggi sunnah.

Alhamdulillah, Ramadan telah menemui kita. Bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh kaum Muslim sedunia. Berbagai persiapan tentunya dilakukan secara maksimal. Mulai dari meningkatkan ibadah mahdoh, membantu sesama, amar ma'ruf lebih utama, dan aktivitas lainnya. Tentunya semua dijalankan agar ingin mendapat sisi pahala yang Allah akan berikan. Berharap juga agar berdampak pada 11 bulan kemudian. Karena sejatinya bulan Ramadan ini hanyalah pemanasan untuk bulan-bulan berikutnya.

Ramadan erat hubungannya dengan satu ibadah, yaitu puasa. Sebagaimana yang tercantum dalam al Qur'an (al Baqarah: 183). Dari terjemahan surat al-Baqarah ayat 183 didapatkan bahwa Allah Swt. memberikan perintah kepada orang-orang yang beriman agar mereka melakukan ibadah puasa. Ibadah tersebut akan membentuk mereka menjadi insan yang bertaqwa.

Terlebih lagi ketika masa pandemi seperti sekarang ini, maka momentum Ramadan seharusnya dijadikan sebagai titik tolak kita untuk bertaubat kepada Allah Swt. dan benar-benar menjalankan seluruh perintahNya tanpa tebang pilih. Tentunya agar taat itu menjadi nyata adanya dan keimanan benar-benar akan menghujam dalam diri kaum Muslim.

Taat individu saja tak cukup, karena sejatinya ada perintah Allah untuk amar ma'ruf nahi munkar kepada yang lain. Hingga taat bersama harus dilakukan juga. Masyarakat menjadi salah satu pilar agar mampu mengokohkan keimanan kaum Muslim. Saling mengingatkan dan menasehati menjadi gambaran nyata. Tak lupa harus ada pilar negara sebagai pengokohnya. Karena jika tidak ada peran negara maka akan sulit untuk membentuk keimanan dan ketaqwaan individu.

Negara menjadi penopang utama guna memperkokoh keimanan kaum muslim. Dengan tangannya maka negara mampu melakukan hal-hal yang dipandang mampu menertibkan serta mendukung suasana di bulan suci ini. Sebagai contohnya adalah, membuat aturan yang tegas terhadap sikap seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang Muslim dalam menghadapi masa pandemi ini. Dalam hal ini negara harus memberikan kebijakan yang tepat, cepat, dan efisien. Tentunya tetap harus meninggikan aqidah umat. Menyadarkan kepada umat bahwa semua ini adalah qadha Allah. Sehingga akan menambah keimanan secara nyata. Dan tak lupa mengajak agar kaum Muslim mau kembali kepada syariat Islam agar semua persoalan yang ada dapat diatasi dengan sempurna dan tepat. Dengan menerapkan syariat Allah maka berkah akan keluar dari bumi dan turun dari langit. Dengan seizin-Nya pula wabah pandemi ini akan berakhir. Karena yang berkuasa dan mempunyai kemampuan hanya milik Allah Swt. semata bukan yang lain.

Semoga di bulan Ramadan tahun ini rasa taqwa selalu melekat pada diri-diri muslim. Dan semoga kita selalu mendapatkan rahmat dari Allah sebagai wujud dari keimanan dan ketaqwaan kita padaNYa. Tentulah kita harus melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Selagi ajal belum menghampiri kita maka usaha optimal sangat diperlukan. Isilah bulan suci ini dengan aktivitas-aktivitas yang akan membuat taqwa serta iman kita menjulang tinggi. Agar menjadi bekal di bulan-bulan berikutnya. Dan berusaha menjadi umat yang terbaik, menggunakan Islam sebagai satu-satunya aturan yang wajib dilaksanakan. Marhaban Yaa Ramadan. Wallahu Alam. [ ]


Labels: opini

Thanks for reading Ramadan Ada, Taat dan Keimanan Bersama. Please share...!

0 Komentar untuk "Ramadan Ada, Taat dan Keimanan Bersama"

Back To Top