Oleh: Mardiah Amalina
Aku tak pandai berpuisi
Tapi ingin bicara emansipasi
Yang kau hembuskan jauh sebelum ini
Bagaimana kaum freemasonrie menggembosi
Menawarkan madu di permukaan
Padahal racun yang mematikan
Mereka manipulasi orang-orang yang tersakiti
Mamanfaatakan segala situasi
Masih lekat diingatan
Saat puisimu kau rilis duhai Bu Suk
Diksimu sungguh menohok, begitu seronok
Tapi seiring perjalanan mentari
Kondemu ternyata tak seberharga masker saat ini
Hijab yang kau caci lebih melindungi
Kidungmu tak semerdu azan di telingaku
Hari ini yang inginkan bukti
Dia tunjukkan
Masihkah hati tertutupi keangkuhan?
Masihkan jiwa bergelinjang kemunafikan?
Andai kau selami jauh ke dasar hati
Nurani dan empati masih bersemayam di relung diri
Sampai detik yang tersisa
Aku tak pandai berkata-kata
Diksiku tak nyastra
Bosan dengan segala berita
Sampah menjejali otak dan logika
Bahkan untuk waras saja menjadi barang langka
Hanya kecamuk jiwa yang harus diungkapkan segera
Tentang damai yang diimpikan semesta
Tentang janji dan bisyarah-Nya
Tentang sebuah peradaban yang menghapus kebiadaban
Lantas, apa yang bisa kau laku?
Segera ambil bagian meski kau rasa itu hanya seujung kuku
Paling tidak kau tak terpaku.
#DiRumahAja, 19042020
Labels:
Puisi
Thanks for reading AKU TAK PANDAI BERPUISI. Please share...!

0 Komentar untuk "AKU TAK PANDAI BERPUISI"