Speak Up Banua

Penulis Bela Islam dari Akademi Menulis Kreatif Regional Kalimantan Selatan

"Buatlah karya yang menggoncang dan bersabarlah dengan proses panjangnya."

(Founder AMK - Apu Indragiry)

Covid Nineteen



                            Oleh: Puspita
(Kala ia hadir ditengah bumi ini , meluas dan kian menyebar; April 2020)

Angin berhembus mulai menyapa
Dinginnya merasuk kedalam tulang dada
Lembutnya selimut seakan merangkul nyata
Meminta tetap berada di peraduan senja

Namun mata tak lagi dapat terpejam
Teringat mahkota yang rusak legam
Dulu mahkota itu indah mempesona
Sekarang tak seorangpun mau bersua

Bukan mahkota biasa
Dialah makhluk yang begitu kecilnya
Namun jutaan nyawa telah dibawanya
Datangnya tak pernah permisi
Inang yang didatanginya seringkali dibawa masuk peti
Mengakhiri semua nikmat duniawi
Memutuskan kesempatan tuk beramal di hari ini

Dialah corona
Covid nineteen nama keren penyakitnya
Makhluk yang super kecil ukurannya
Namun jalan maut bagi mereka yang diserangnya
Allah kirim sebagai pengingat kita
Kepada hambanya yang telah banyak lupa
Bahwa syariatnya telah dicampakkan begitu saja
Ulamanya telah banyak disakiti
Ajarannya telah lama ditinggalkan banyak negri

Untaian kesadaran segera menyeruak dalam diri
Kaki seakan ingin berlari
Segera menyampaikan syariatNya ini
Sejenak terhenti mengingat kondisi
Jari mengganti kaki
Untuk terus bangunkan kesadaran penghuni dan pengurus negeri
Sambil terus berharap wabah segera pergi

Labels: Puisi

Thanks for reading Covid Nineteen. Please share...!

0 Komentar untuk "Covid Nineteen"

Back To Top