Speak Up Banua

Penulis Bela Islam dari Akademi Menulis Kreatif Regional Kalimantan Selatan

"Buatlah karya yang menggoncang dan bersabarlah dengan proses panjangnya."

(Founder AMK - Apu Indragiry)

Haul Guru dan Persatuan Umat



            Oleh: Mulyaningsih, S.Pt
Pemerhati masalah anak dan keluarga
Anggota Akademi Menulis Kreatif Regional Kalsel
  
Jemaah haul Guru Sekumpul sudah bersiap melaksanakan salat magrib. Pelaksanaan salat hingga meluber ke jalanan, Sabtu (29/2/2020).
Jalanan Sekumpul pun dipadati jemaah Haul Guru sekumpul yang bersiap melaksanakan salat berjamaah. Terpantau dari sore makin banyak jemaah haul ke-15 Al-Alimul al-Alamah al-Arif Billaah al-Bahrul Ulum al-Waliy Qutb as-Syekh al-Mukarram Maulana Kiai Haji Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari (Abah Guru Sekumpul) yang datang ke Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Jemaah terus berduyun-duyun menuju ke Kompleks Ar-Raudhah (Dalamregol). Suasana dalam Kompleks Dalamregol juga sudah padat jemaah. Pantauan banjarmasinpost.co.id, di Mushola Ar-Raudhah, jemaah juga telah menyesaki area tempat ibadah setempat. Termasuk di area teras hingga halaman.
" Saya dari muara Teweh senang sudah sampai ke Martapura. Saya berdua sama istri naik motor Alhamdulilah lancar selama perjalanan. Saya senang meski berjalan jauh ke Arraudah Sekumpul dari penginapan ," ucap Imis jemaah haul. (banjarmasinpost.co.id, 29/02/2020)

Pemandangan yang begitu luar biasa. Semua orang tumpah ruah ke daerah sekumpul dimana Sang guru di makamkan. Tak memandang kaya-miskin, muda-tua, laki-laki ataupun perempuan semua tertuju pada satu momentum bersama yaitu 'Haul Abah Guru Sekumpul'. Betapa takjub dan kagum melihat persatuan ummat, bahu-membahu, berinfak untuk mensukseskan acara tersebut. Semua orang mengeluarkan hartanya untuk melangsungkan agenda tersebut.
Banyak ibroh yang bisa diambil oleh umat Islam saat ini terkait agenda tersebut di atas. Yang pertama adalah munculnya persatuan umat tak yang membedakan suku, daerah asal, kekayaan, ataupun yang lainnya. Semua mempunyai tujuan yang sama, mendoakan Sang Guru.

Yang kedua adalah dengan acara tersebut kaum muslim belajar untuk menginfaktkan hartanya. Semua berlomba-lomba untuk mengeluarkan hartanya semata-mata untuk membantu saudaranya (saling tolong-menolong). Begitupula dengan rumah, ruko, masjid, atau tempat yang lain disulap untuk tempat istirahat para jemaah haul guru tersebut. Sungguh indah dan damai jika setiap saat seperti itu.
Kemudian yang ketiga adalah bahwa dengan menghadiri acara tersebut kita sadar bahwa kematian akan datang kapan saja. Tidak ada yang tahu akan itu semua, sehingga menjadi muhasabah bersama bagi para jemaah. Dengan begitu maka ke depan segala aktivitas yang akan dilakukan harus sesuai dengan perintah Allah Swt. dan menjauhi laranganNya.

Selanjutnya adalah melaksanakan segala apa yang telah disampaikan guru ketika beliau masih hidup
Segala ceramah beliau harusnya dilaksanakan oleh para jemaah khususnya dan kaum muslim secara umum. Karena jika melihat ceramah-ceramah beliau maka sandaran yang utama dan pertama adalah Islam. Jika kita tidak melakukannya maka kehancuran dunia akan segera kita dapati.
Peran Ulama
Islam adalah agama yang sempurna, mengatur semua yang dibutuhkan oleh manusia. Pengaturannya tak hanya masalah ibadah saja, tetapi seluruh sektor kehidupan manusia. Baik ekonomi, perdagangan, politik, sosial, kebudayaan dan yang lainnya Islam lengkap mengaturnya. Seperti istilah bahwa Islam mengatur mulai bangun tidur sampai tidur kembali. Begitu halnya dengan ulama, dalam Islam ulama sangat penting keberadaannya. Kedudukannya amat penting bagi manusia. Sebagaimana sabda Nabi saw: “Sungguh perumpamaan para ulama di bumi seperti bintang-bintang di langit yang dengan cahayanya menerangi kegelapan di darat dan di laut (HR Ahmad).

Dari hadis di atas didapatkan bahwa betapa pentingnya peran para ulama. Peran penting keberadaan ulama yang pertama adalah mereka ibarat bintang yang mampu menerangi di saat gelapnya malam baik di darat dan laut. Ditangan mereka pondasi keimanan dan kekuatan umat akan terbentuk. Ditambah juga dapat memusnahkan pemikiran sesat dan keraguan dalam hati serta jiwa manusia.

Yang kedua adalah bahwa ulama merupakan pewaris para Nabi. Darinya kita bisa belajar serta menimba ilmu. Keberadaan ulama ini adalah satu nikmat yang Allah berikan dan wajib di syukuri atasnya. Sabda Nabi saw. “Sungguh ulama itu adalah pewaris para nabi (HR Abbu Dawud dan Baihaqi). Begitu pentingnya keberadaan ulama, samapi-sampai pelabelan padanya adalah pewaris Nabi. Tentunya ada ketentuan-ketentuan, ulama seperti apa yang dapat dikatakan sebagai pewaris Nabi.

Ulama yang dikatakan sebagai pewaris Nabi adalah jika segala aktivitasnya membela dan menjaga Islam. Aktivitas itu berupa menyeru kepada penguasa agar tidak melakukan kezaliman terhadap rakyatnya dan menerapkan Islam dalam kehidupan serta memperbaiki kekeliruan yang ada di masyarakat. Ditambah dengan akhlak yang sesuai dengan Nabi. Tercermin pula lewat tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahu A’lam.



Labels: opini

Thanks for reading Haul Guru dan Persatuan Umat. Please share...!

0 Komentar untuk "Haul Guru dan Persatuan Umat"

Back To Top