Oleh : R@dhia
Ketika Sang Saka Merah Putih dikibarkan
Orang-orang angkat tangan tanda hormat
Melangkah pasti dengan satu komando dalam barisan
Mengalir syahdu karena rasa taat
Dentuman senjata tak lagi di dengar
Luluh lantah negeripun tak terlihat nyata
Jajahan bentuk lama sudah melebur
Tinggallah puing-puing derita
Hari ini, tak dirasakan fisik berdarah
Namun hati sakit karena luka yang membeku
Saat ini, tak ada lagi perang melawan penjajah
Karena wajah penjajah bagai racun berbalut madu
Hati terkecoh saat bersama mereka
Ya, tak ada rasa curiga
Padahal merekalah biang dari segala bencana
Dengan tawaran yang membuat hati memuja
Padahal semua dibuat hina olehnya
Sungguh, penjajahan gaya baru berhasil nampaknya
Kita dibisikkan hal-hal yang membuat lena
Hingga tak ada perlawanan nyata
Yang ada malah menjadi sekutunya
Tapi tahukah kita, menjadi sekutunya tak lantas membuat kita bangkit
Malah keterpurukan senantiasa menghimpit
Tidakkah jelas apa yang diserukan oleh Pencipta bumi dan langit
Negeri kan berjaya jika tunduk patuh pada tuntunan Syari'at
Apakah kita mendamba kemerdekaan hakiki ?
Itu kan terwujud ketika penghambaan hanya kepada Ilahi
Tak ada rasa takut kan hilang kuasa
Demi membela kemaslahatan rakyat tercinta
Berkah dari langit dan bumi kan didapat
Hanya ketika penduduk negeri beriman dan bertakwa kepada Allah
Itulah kemerdekaan yang nyata
Sudahkah Indonesia Merdeka dari keterpurukan dan kejumudan ?
Pantaskah perayaan kemerdekaan dengan melakukan pelanggaran syari'at ?
Itu menjadi renungam kita bersama. Mari berjuang demi mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya. Hanya dengan Islam Kaffah semua kan terwujud nyata.
Kembalikan hukum kepada Sang Pembuat hukum.
In syaa Allah semua kan selamat dunia akhirat.
Labels:
Puisi
Thanks for reading Indonesia Merdeka (?). Please share...!

0 Komentar untuk "Indonesia Merdeka (?)"