Oleh: Noralimah
Ramadan telah datang
Kedatangannya disambut dengan kegembiraan
Harinya diisi ibadah dari pagi hingga petang
Ramadan bulan ampunan dan Rahmat
Pintu-pintu Surga dibuka, pintu Neraka ditutup rapat
Rahmat Allah terbentang untuk siapa saja
Ramadan bulan perjuangan
Rasulullah dan sahabat melakukan peperangan
Meski puasa tak menghalangi perjalanan
Berharap syahid dan kemenangan
Ramadan kali ini sungguh memilukan hati
Bukan karena aku tak bisa makan
Bahkan hidupku berkecukupan
Namun dunia Islam dalam kepedihan
Di tengah melaksanakan Ramadan
Manusia larut dalam ibadah dan kekhusyuan
Bumi Palestina menangis penuh kepedihan
Duka yang mendalam yang tak terperikan
Serangan dan dentuman bom bersahutan
Bangunan hancur, laksana puing-puing bertaburan
Darah bercucuran, nyawa beterbangan
Teriakan dan tangisan bersahutan
Saat hujan bom berhenti bersahutan
Warga Palestina keluar dari tempat perlindungan
Mencari keluarga yang mereka rindukan
Masih hidup atau menemui ke-syahidan
Jasad bertaburan bak jamur di musim hujan
Ada yang syahid di tengah reruntuhan bangunan
Ada pula syahid, terkena bom yang diluncurkan
Kondisi ini sungguh mencekam
Meski serangan terus berdatangan
Kalian tetap berpuasa dengan kekhusyuan
Tak seperti kami yang terlena dalam kesenangan
Ketika diuji masih dikeluhkan
Tak terbayangkan jika aku menjadi kalian
Bersahur di dunia, berbuka di surga
Meski jasad telah hilang dilumpuhkan
Surga telah menanti, sebagai balasan berharga
Wahai saudaraku ...
Kami tak banyak bisa membantu kalian
Hanya doa dan donasi tak seberapa yang bisa kami berikan
Serta berjuang dalam penerapan Islam di segala lini kehidupan
Agar kalian dan kaum muslimin seluruhnya dimuliakan
Ya Allah ...
Sayangi kami dengan penerapan syariah
Lindungi kami dengan penegakkan Khilafah
Jadikan untuk kami pemimpin yang bernama Khalifah
Yang memuliakan Islam dan sebagai junnah
Labels:
Puisi
Thanks for reading Ramadan, Antara Bahagia dan Duka. Please share...!

0 Komentar untuk "Ramadan, Antara Bahagia dan Duka"