Oleh : Nor 'Alimah
Langit yang cerah, kini gerimis
Suasana berubah laksana mimpi di siang bolong
Hati yang awalnya cerah, kini menangis
Tersiar berita tak sekadar berita bohong
Pahit memang menerima kenyataan
Apalagi tak sesuai harapan
Wajahnya tak tersirat kebahagiaan
Seperti dirundung kesedihan
Semua ini begitu menyakitkan
Berpisah dengan orang tercinta, sang bagian hati
Apalah daya tangan tak bisa merubah keadaan
Meski jauh dari pandangan, tetap dekat di hati
Kita berbicara realita bukan opini
Kehidupan penuh onak duri
Penuh sandiwara dan manipulasi
Apatah lagi di era sistem Kapitalisme ini
Perih dan pedih yang dirasakan
Air mata jatuh bercucuran
Seakan jebol air bendungan
Bagai diiris sembilu yang ditajamkan
Tak baik memang larut dalam kesedihan
Perih jiwa, apalagi badan
Tersiksa dengan apa yang telah ditetapkan
Meski itu bukan hal yang menyenangkan
Baik dan buruk bukan berdasarkan perasaan
Karena standar perbuatan ada di tangan Tuhan
Boleh benci dan cinta, namun tak berlebihan
Agar di akhir tak ada penyesalan
Hanya ada satu jalan, berlapang dada dan husnuzhan
Dibalik ujian pasti ada kebaikan
Di awal mungkin terlihat menyakitkan
Di akhir penuh hikmah dan kebahagiaan
Wahai jiwa ...
Sandarkan semua pada Rabb semesta alam
Agar amal tak hilang, bak ditelan malam
Melewati ujian dengan penuh kesabaran
Meski perih masih kau rasakan
Lihatlah ujian sebagai tantangan
Bukan hambatan melenakan
Karena derajatmu akan ditingkatkan
Menjadi orang takwa yang penuh ketaatan
Setiap manusia pasti mendapatkan ujian
Allah berikan sesuai kesanggupan
Untuk memuliakan, bukan menghinakan
Agar akar keimanan menghujam ke dalam
Boleh jadi kamu membenci sesuatu
Tapi, itu baik bagimu
Boleh jadi kamu menyukai sesuatu
Tetapi, itu buruk bagimu
Jangan berkata, wahai Allah masalahku sangat besar
Tetapi, katakanlah, wahai masalah, aku punya Allah yang Maha Besar
Labels:
Puisi
Thanks for reading Ujian Hidup . Please share...!

0 Komentar untuk "Ujian Hidup "