Speak Up Banua

Penulis Bela Islam dari Akademi Menulis Kreatif Regional Kalimantan Selatan

"Buatlah karya yang menggoncang dan bersabarlah dengan proses panjangnya."

(Founder AMK - Apu Indragiry)

Kemiskinan



                          Oleh: Noralimah, S.Pd

Lemah badan, kepala berkunang
Rasa lapar melilit  perut
Gambaran kehidupan yang serba kurang
Kesulitan hidup yang terus bertaut

Era kapitalis begitu sulit teramatkan
 Jauh dari rasa senang
Mengais-ngais makanan di sampah lautan
Remah-remah makanan yang sekedar menegakkan tulang

Rumahnya indah, beratapkan langit
Sedangkan ubinnya berlantaikan tanah
Terik matahari menusuk ke dalam kulit
Derasnya hujan membuat basah

Banyak manusia hidup di kolong jembatan
Tertidur pulas di emperan jalan
Tak peduli dengan kondisi yang tak nyaman
Karena itulah yang bisa dilakukan

Senyum manis tak lagi terlihat
Begitu terasa kehidupan yang berat
Tak henti mengais rezeki, kecuali telah penat
Berusaha tetap tenang dan berhikmat

Kemiskinan melanda dunia
Bukan karena malas bekerja
Lapangan kerja yang tak tersedia
Terutama bagi kaum jelata

Kekayaan alam negeri ini melimpah ruah
Banyak harta tak mengurangi kemiskinan
Harta itu telah dikuasai lintah
Terus dikeruk tanpa perhitungan

Jika kekayaan telah hilang
Pergilah lintah ke tempat yang lebih menjanjikan
Kemiskinan tak berhenti, justru terus menyerang
Lintah duduk di kursi penuh kegirangan

Tidur tenang di singgasana kebesaran
Di saat jutaan manusia dalam kesengsaraan
Inilah kemiskinan yang penuh perencanaan
Tak kan hilang meski bekerja siang malam

Inilah kehidupan yang penuh kemiskinan
Sebuah sistem yang penuh kedustaan
Mengeruk kekayaan untuk kesenangan
Tak pernah memperhatikan tata aturan

Alam menangis penuh amukan
Karena perut bumi habis dieksploitasi
Jadilah alam runtuh dan berguguran
Semesta hancur tiada yang menghiasi

Tidak rindukah kita dengan kesejahteraan hakiki
Yang akan memberkahi kehidupan di bumi
Yang bersumber dari Ilahi
Yang akan melahirkan keberkahan abadi

Segera sambut aturan Ilahi
Putusannya menyelamatkan bumi
Rezeki mengalir tiada henti
Kesejahteraan menyelimuti negeri
Labels: Puisi

Thanks for reading Kemiskinan. Please share...!

0 Komentar untuk "Kemiskinan"

Back To Top