Oleh: Noralimah, S.Pd
Lemah badan, kepala berkunang
Rasa lapar melilit perut
Gambaran kehidupan yang serba kurang
Kesulitan hidup yang terus bertaut
Era kapitalis begitu sulit teramatkan
Jauh dari rasa senang
Mengais-ngais makanan di sampah lautan
Remah-remah makanan yang sekedar menegakkan tulang
Rumahnya indah, beratapkan langit
Sedangkan ubinnya berlantaikan tanah
Terik matahari menusuk ke dalam kulit
Derasnya hujan membuat basah
Banyak manusia hidup di kolong jembatan
Tertidur pulas di emperan jalan
Tak peduli dengan kondisi yang tak nyaman
Karena itulah yang bisa dilakukan
Senyum manis tak lagi terlihat
Begitu terasa kehidupan yang berat
Tak henti mengais rezeki, kecuali telah penat
Berusaha tetap tenang dan berhikmat
Kemiskinan melanda dunia
Bukan karena malas bekerja
Lapangan kerja yang tak tersedia
Terutama bagi kaum jelata
Kekayaan alam negeri ini melimpah ruah
Banyak harta tak mengurangi kemiskinan
Harta itu telah dikuasai lintah
Terus dikeruk tanpa perhitungan
Jika kekayaan telah hilang
Pergilah lintah ke tempat yang lebih menjanjikan
Kemiskinan tak berhenti, justru terus menyerang
Lintah duduk di kursi penuh kegirangan
Tidur tenang di singgasana kebesaran
Di saat jutaan manusia dalam kesengsaraan
Inilah kemiskinan yang penuh perencanaan
Tak kan hilang meski bekerja siang malam
Inilah kehidupan yang penuh kemiskinan
Sebuah sistem yang penuh kedustaan
Mengeruk kekayaan untuk kesenangan
Tak pernah memperhatikan tata aturan
Alam menangis penuh amukan
Karena perut bumi habis dieksploitasi
Jadilah alam runtuh dan berguguran
Semesta hancur tiada yang menghiasi
Tidak rindukah kita dengan kesejahteraan hakiki
Yang akan memberkahi kehidupan di bumi
Yang bersumber dari Ilahi
Yang akan melahirkan keberkahan abadi
Segera sambut aturan Ilahi
Putusannya menyelamatkan bumi
Rezeki mengalir tiada henti
Kesejahteraan menyelimuti negeri
Labels:
Puisi
Thanks for reading Kemiskinan. Please share...!

0 Komentar untuk "Kemiskinan"