Speak Up Banua

Penulis Bela Islam dari Akademi Menulis Kreatif Regional Kalimantan Selatan

"Buatlah karya yang menggoncang dan bersabarlah dengan proses panjangnya."

(Founder AMK - Apu Indragiry)

Mahasiswa dan Islam



Oleh : Mulyaningsih, S.Pt
Pemerhati masalah anak, remaja dan keluarga
Anggota Akademi Menulis Kreatif Kalsel


Massa mahasiswa yang berasal dari lintas kampus dan organisasi kemahasiswaan tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel pun turun ke jalan. Mereka  menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kamis (19/9/2019). Mereka menyuarakan terkait dengan upaya pemerintah dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ironisnya justru KPK yang dipadamkan.
Tindakan DPR RI yang telah mengesahkan RUU KPK dan disetujui perwakilan Presiden Joko Widodo melalui Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly akan menjadi lonceng kematian bagi lembaga anti rasuah yang menjadi harapan besar publik dalam pemberantasan korupsi yang kronis di negeri ini.

Koordinator Aliansi BEM se-Kalsel, Ghulam Reza pun membacakan tujuh tuntutan mahasiswa Kalsel yang menolak revisi UU KPK. Pentolan BEM se-Kalsel ini juga menegaskan mahasiswa menolak keras terpilihnya pimpinan KPK yang memiliki rekam jejak buruk. Lebih lanjut mereka juga  menegaskan kecewa dengan DPR RI yang justru tak mau mendengarkan gelombang aspirasi masyarakat Indonesia atas penolakan revisi UU KPK (jejakrekam.com, 19/9/2019).
Mahasiswa sangat kental dengan dunia pembaharu. Penyampaian aspirasi juga sangat dekat dengan mereka. Namun, kondisi yang terjadi sekarang adalah penyampaian aspirasi tersebut masihlah seputar pembahasan masalah cabang yang ada di negeri ini. Sehingga persoalan utama yang menjadi hambatan besar negeri ini untuk maju menjadi terhalang.

Seharusnya mahasiswa mampu melek terhadap semua hal yang terjadi. Dengan tidak meninggalkan pemahaman pokok yang harus mereka bawa dan sampaikan. Tidak lain, hal tersebut adalah Islam. Jika mereka menyuarakan Islam, maka semua persoalan yang ada akan dapat teratasi tanpa tambal sulam atau memunculkan masalah baru.

Karena Islam tidak hanya mengatur seputar ibadah saja, namun semua aspek kehidupan diatur. Islam menjadikan aqidah sebagai pondasi utama sehingga keimanan serta ketaqwaan individu tidak diragukan lagi. Jika para mahasiswa mau mengambil ini niscaya mereka akan menjadi duta-duta propaganda.
Contoh nyata adalah ketika Rasulullah Saw berdakwah. Pada saat itu, generasi pertama yang mau menerima dakwah Rasul mayoritas adalah pemuda. Mereka selalu ada pada garda terdepan untuk menjaga dan melindungi Islam. Pasukan perang yang ada juga dipenuhi oleh para pemuda. Sebut saja Ali bin Abi Thalib, Saad bin Abi Waqash, Usamah bin Zaid dan masih banyak lagi. Begitu pula dengan utusan Rasulullah untuk berdakwah adalah pemuda.

Begitu pula dengan Mush’ab bin ‘Umair, beliau diminta oleh Rasulullah untuk berdakwah ke Madinah. Ia menjadi duta Islam yang pertama. Mau meninggalkan segala kebanggaan dunia dan menggantikannya dengan kemuliaan hakiki. Berkat kiprah dan kerja keras Mush’ab, dalam tempo kurang dari setahun hampir seluruh penduduk Madinah memeluk Islam.
Dari gambaran contoh diatas dapat ditarik satu kesimpulan bahwa posisi seperti itulah yang semestinya harus ada pada para pemuda Muslim kita. Mereka adalah pengemban dakwah Islam yang terpercaya, duta-duta propaganda syariah Islam yang akan menjadi rahmat bagi seluruh penduduk bumi jika Islam diterapkan secara kâffah dalam bingkai sebuah negara.

Fungsi dan posisi vital pemuda inilah yang harus kita kembalikan agar sesuai dengan tuntutan Islam. Oleh karena itu, haruslah ada sebuah gerakan penyadaran kepada mereka. Hal itu dilakukan oleh semua pihak, khususnya partai politik islam yang berpijak pada mabda’ (ide dan metode) Islam. Sejatinya peran penting pemuda akan teroptimalisasi dalam masyarakat yang menerapkan Islam secara kâffah.

Tentunya negara akan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pemberdayaan pemuda. Mulai dari pendidikan, pergaulan, sosial, ekonomi dan politik akan diterapkan sebuah sistem yang akan mengasah petenis dari para pemuda tersebut. Dan negara juga mengarahkan agar para pemuda menjadi pelindung serta penjaga islam terpercaya. Akal dan hati mereka akan senantiasa ditambatkan pada Islam dan kejayaan umatnya. Semoga masa itu akan segera terwujud dan hadir di muka bumi. Sudah saatnya, semua berjuang bersama agar masa itu segera nyata. 

Wallahu A’lam.

Labels: opini

Thanks for reading Mahasiswa dan Islam. Please share...!

0 Komentar untuk "Mahasiswa dan Islam"

Back To Top