Oleh: Radhiatur Rasyidah, S.Pd.I
Adalah fitrah manusia memiliki rasa cinta dan benci. Untuk itu kita perlu memanajemen kedua rasa itu agar tak salah mencinta dan membenci. Dan sebagai hamba Allah, penting bagi kita mengetahui tentang cinta dan benci yang sesuai dengan syari'at Allah.
*Cinta karena Allah*
Cinta karena Allah adalah mencintai hamba Allah karena keimanan dan ketaatannya kepada Allah.
Mencintai orang-orang beriman yang senantiasa taat kepada Rabb-nya sangat besar pahalanya. Banyak dalil yang menguatkan ini, salah satunya adalah hadits dari Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Muslim. Rasulullah saw. bersabda, yang artinya:
"Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Beljm sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. Tidakkah (kalian suka) aku tunjukkan pada satu perkara, jika kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian!"
Sabda Rasul yang menyatakan "belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai," menunjukkan besarnya pahala orang yang saling mencintai karena Allah.
Adapun sunnah-sunnah yang bisa dilakukan oleh orang yang saling mencintai karena Allah, di antaranya adalah: menyebarkan salam; mengabari dan memberitahukan cintanya kepada saudaranya; mendo'akan dan minta do'akan; saling mengunjungi; saling memberi; berterimakasih; menampakkan wajah berseri; memberi kemudahan; melindungi kehormatan; menjaga amanah; saling memaafkan; saling memberi nasihat.
*Benci karena Allah*
Benci karena Allah adalah membenci hamba Allah disebabkan kekufuran dan perbuatan maksiatnya.
Adapun benci karena Allah, maka Allah Swt. telah melarang kaum muslim untuk mencintai orang-orang kafir, munafik dan fasik yang terang-terangan melakukan maksiat. Ini dikuatkan dengan firman Allah dalam QS. Mumtahanah ayat 1 dan QS. Ali Imran ayat 118-119.
Orang-orang yang wajib dibenci karena Allah diantaranya: pertama, diwajibkan membenci orang yang membenci kaum Anshar, sebagaimana terdapat dalam hadis Mutafaq 'alaih dari Bara, ia berkata; Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, yang artinya "Tidak mencintai kaum Anshar kecuali orang yang beriman. Dan tidak ada yang membenci mereka kecuali orang yang munafik. Maka barangsiapa yang mencintai mereka, ia pasti dicintai Allah. Dan barangsiapa membenci mereka, ia pasti dibenci Allah."
Kedua, wajib membenci orang yang mengatakan hak (kebaikan), tapi tidak melampaui tenggorokannya (tidak masuk ke hatinya).
Ketiga, wajib membenci orang yang berbicara dengan hal-hal yang tidak menyenangkan pendengarnya dan berbuat keji.
Keempat, wajib membenci kaum kafir.
Kelima, wajib pula membenci orang muslim yang menampakkan keburukan (secara terang-terangan).
Umar bin Khathab pernah berkhutbah dan berkata: "Barangsiapa di antara kalian menampakkan suatu keburukan, maka kami pun akan mengiranya berperilaku buruk, dan kami akan membencinya karena kejahatan itu." (HR. Imam Ahmad)
Dengan demikian, cinta dan benci karena Allah termasuk sifat seorang muslim yang paling besar, yang mereka itu mengharap keridhaan Allah, rahmat-Nya, pertolongan dan surga-Nya.
Oleh karena itu, hendaknya kita bisa menempatkan rasa cinta dan benci sesuai dengan apa yang telah disyariatkan. Jangan sampai kita salah mencinta atau membenci.
Para ulama yang hanif dan orag-orang yang mendakwahnya syari'at Islam kaffah wajib dicintai. Sedangkan orang-orang kafir atau orang-orang muslim yang menampakkan keburukan dan nyata memusuhi kaum muslimin atau para penguasa yang tidak berpihak pada kaum muslimin, yang memberlakukan hukum selain hukum Allah, wajib dibenci.
Wallaahu a'lam bisshawab.
Labels:
Pojok Nafsiyah
Thanks for reading Cinta dan Benci Karena Allah. Please share...!

0 Komentar untuk "Cinta dan Benci Karena Allah"