Oleh: Noralimah, S.Pd
Kilauan cahayanya menyilaukan mata
Membuat mata terpana melihatnya
Indahnya bak permadani di Surga
Takkan rela berpaling darinya
Mutiara itu telah mekar dalam hati
Pancaran cahayanya menyinari bumi
Tak mudah meninggalkan mutiara ini
Apatah lagi dipaksa pergi
Berat badan apalagi hati
Berpisah dengan mutiara indah
Jangankan dipaksa pergi
Dengan suka rela pun tak mudah
Jauh dari pandangan mata
Namun tetap dekat di hati
Jarak tak akan memisahkan kita
Suka duka tetap sehati
Kucoba melupakan mutiara yang hilang
Namun tak pernah bisa hilang
Mutiara itu hadir dalam bayang-bayang
Mungkinkah karena aku terlalu sayang
Kucoba untuk tenang dan mengikhlaskan
Mencari sebutir mutiara di tengah bebatuan
Meski sulit untuk ditemukan
Pasti ia akan ku dapatkan
Menjadi jiwa yang nyaman dipandang
Siapa saja yang memandang bertambah ketaatan
Saatnya menjadi mutiara sebagai pengganti yang hilang
Agar pancaran cahaya membawa keberkahan
Jadilah mutiara meski di padang kerikil
Tak perlu cemburu dengan nikmat dunia yang secuil
Karena surga sebaik tempat kembali
Bermula dari sebutir mutiara yang indah
Akan mengeluarkan pancaran cahayanya
Menerangi kehidupan yang gundah
Menghadirkan mutiara baru di bumi berjaya
Meski mutiara baru telah didapatkan
Berharap mutiara yang hilang segera ditemukan
Karena ia bagian dari pancaran cahaya kehidupan
Yang menjadi titik awal perubahan
Labels:
Puisi
Thanks for reading Mutiara Yang Hilang. Please share...!

0 Komentar untuk "Mutiara Yang Hilang"